Live In
Pernahkah anda mendengar kata “Live in” ? Bila anda pernah, apakah anda pernah mencoba live in? Di sekolahku, itu adalah sebuah program sekolah yang mewajibkan para siswa untuk tinggal di suatu daerah terpencil. Program sekolah ini akan di laksanakan di daerah Kulon Progo. Perjalanan kami ditempuh dengan 1 hari perjalanan pergi, 3 hari di daerah tersebut, dan 1 hari perjalanan pulang. Daerah itu adalah tempat yang memiliki teknologi yang kurang maju T__T (5 Hari tanpa internet T__T)
Di sana, kami tinggal di rumah penduduk. Sesampainya di gereja, nama kami dipanggil satu persatu dan nama “induk semang” kami untuk diantar ke rumah induk semang kami. Saya mengira tempat tersebut adalah tempat yang kecil dan belum ada listrik, tetapi sesampainya di rumah induk semang, saya terkejut melihat rumah yang tidak terlalu kecil, dan memiliki listrik..
Hal yang paling berkesan disana untuk saya adalah pada hari ke-2. Pada pagi harinya, saya dan teman saya Anthofan bangun jam 4 pagi, karena rencananya hari ini kami akan joging bersama teman yang lain bersama – sama. Setelah pamit dengan induk semang, kami berpisah untuk menjemput teman yang lain. Pagi di sana sangat dingin, dan juga jalanannya sangat gelap. Anthofan pergi menjemput Tedy dan Johari, sedangkan saya rencananya akan pergi menjemput Cynthia, Lidya, Laura, dan Anggraeni, tetapi berhubung Laura dan Anggraeni masi tidur (Susah jika sudah berurusan dengan orang yang hobi tidur ~_~’ ) maka saya hanya menjemput Cynthia dan Lidya, sayangnya mereka juga baru bangun begitu saya datang, sehingga saya harus menunggu mereka ganti baju lagi (>_<). Akhirnya mereka selesai juga. Lalu kami pamit dan bertemu dengan Anthofan di depan rumah induk semang saya. Setelah kami berkumpul, kami pergi menjemput teman yang lain, tetapi ditengah jalan bertemu dengan Chuan dan Andrew Tjenghar. Tadinya kami telah sampai di rumah induk semang Egi dan Christian, tetapi karena mereka sedang tidur, maka kami tidak jadi membangunkan mereka. Akhirnya kami sampai di rumah induk semang Liana dan Sisca, lalu induk semangnya membangunkan mereka (menunggu mereka bersiap – siap sangat lama >_<). Setelah mereka siap, kami menjemput Sherrica dan Dila. Ternyata rumah induk semang mereka Cuma berbeda 1 meter -,-. Kami menunggu lagi (lumayan lama ~_~’) lalu kami berangkat menuju lapangan voli. Di sana, kami bertemu dengan Ibu Yuti (wah guru juga berolah raga pagi rupanya ^_^). Setelah kami mengobrol cukup lama, akhirnya kami pulang. Senang sekali berkumpul bersama dengan teman yang lain. ^_^
Explore posts in the same categories: Live In